Jumat, 29 Oktober 2010

PERTEMPURAN LIMA HARI DI SEMARANG

Pada tanggal 14 Oktober 1945 pemuda-pemuda Semarang bergerak merebut gedung-gedung yang diduduki oleh tentara Jepang khususnya di daerah Candi Baru.  Keesokan harinya komandan tentara Jepang Mayor Jenderal Nakamura dengan pasukannya yang berkekuatan + 1.500 orang dari Jatingaleh bergerak menyerang kota Semarang dari tiga jurusan.  Mereka menangkap para pemuda yang bergabung dalam BKR, Polisi Istimewa, Angkatan Muda dan lain-lain, hingga pecah pertempuran hebat di dalam kota, antara lain di Kantor Besar Jawatan Kereta Api, Gedung Kempetei, Bojong, Bulu, dan Pendirikan.  Pihak Jepang berhasil menguasai kota.  Beberapa kampung dibakar.   Gubernur Jawa Tengah ditawan dan dipaksa untuk menyatakan penghentian pertempuran.  Penghentian pertempuran dipercepat dengan datangnya pasukan Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jendral Bethel pada tanggal 19 Oktober 1945, yang langsung dilucuti Jepang.  Salah satu pertempuran terjadi di sekitar hotel Du Pavilion (sekarang hotel Dibya Puri) yang dipertahankan mati-matian oleh para pemuda dan BKR.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar